Life is Wonderful

My Photo
Surabaya, Indonesia
Hidup adalah sebuah anugrah... sebuah kesempatan dari Tuhan... 'Tuk berkarya bagi zaman... 'Tuk menggores catatan cinta bagi generasi selanjutnya... Life is a blessing from God...

Wednesday, July 7, 2010

AKHIR NAMUN BUKAN BERAKHIR...TUHAN MASIH BERKARYA

Lama banget tidak menulis blog...
Banyak momen yang terlewatkan dan tak sempat diabadikan dalam blog ini...
Tapi, mau bagaimana lagi, memang ada prioritas yang lebih utama...
Mempersiapkan diri untuk melayani Tuhan...

Beberapa akhir ini, aku sedang sedih.
Tiga minggu ini merupakan minggu terakhir pelayananku di pos Mergosono.
Sudah satu tahun ini, aku melayani sekolah minggu di sana.
Hatiku terpaut dengan mereka.
Maklum jika aku merasa sedih harus meninggalkan mereka.

Satu hal yang kudoakan, agar mereka tetap setia mengikut Tuhan.
Aku seringkali berkata kepada mereka, "Kalian suatu hari nanti pasti akan melupakan kak Sherly, namun itu tak apa-apa. Kalian boleh melupakan kakak. Namun, ingat...jangan pernah melupakan Tuhan Yesus dalam hidup kalian. Jangan pernah...."

Entah kenapa setiap mengakhiri suatu pelayanan, hati selalu terasa sedih.
Namun, saat itu juga Tuhan selalu mengingatkan dan menghiburku.
Tuhanlah yang punya kehidupan mereka, bukan aku.
Aku hanyalah alat-Nya untuk membawa mereka mengenal Kristus.
Mungkin tugasku sudah selesai, namun karya Tuhan dalam hidup mereka tidak pernah berakhir. Tuhan akan terus bekerja dan berkarya dalam hidup mereka.

Seminggu lalu, saat ada camp anak di kampus, aku mendapat kesempatan sekamar dengan anak-anakku. Aku bersyukur untuk saat-saat terakhir bersama mereka.
Mencium kening mereka sebelum tidur dan mendoakan mereka sungguh menjadi momen yang akan aku ingat.
Yang membuatku bahagia, ada 1 anak yang berkomitmen untuk menjadi hamba Tuhan.
IT'S AMAZING...
Aku sungguh dikuatkan dan diyakinkan bahwa Tuhanlah yang terus berkarya dalam hidup mereka. Komitmenku hanya satu, selalu mengingat mereka dalam doaku.

THANK YOU LORD JESUS FOR GIVING ME GREATFUL MOMENTS WITH THEM...

Wednesday, September 30, 2009

Give Me Your Heart, LORD !!



Aku bersyukur pada Tuhan atas kepercayaanNya padaku, dengan menitipkan 6 anak yang sangat DIA kasihi.
Aku sadar bahwa sebenarnya Tuhan mampu mengajarkan sendiri KEBENARAN pada mereka, namun Tuhan berkenan mempercayai aku, yang banyak kelemahan ini, untuk mengambil bagian dalam mewariskan KEBENARAN, dalam hidup mereka.
AS GOD LOVES THEM, I WILL LOVE THEM ALSO.
I REALLY COMMIT TO PUT THEM IN MY HEART.

Mereka adalah anak-anak pos Mergosono, yaitu Ricky, Ezra, Wisely, Tirza, Lia, Vira. Pertama kali bertemu dengan mereka, hatiku langsung terpaut.
Awalnya aku sangat bermimpi bisa melayani anak-anak di Kasin Keramat, namun Tuhan berkehendak lain.
Aku tahu bahwa kehendakku, bukanlah kehendakNYA.
Tuhan selalu tahu yang terbaik.
I CANNOT SEE WHAT’S BEHIND THE SCENE, BUT GOD KNOWS.
HE KNOWS WHAT’S BEST FOR ME I JUST NEED TO TRUST & FOLLOW HIS DIRECTION.


DOAKU:
Oh Tuhan, berikanku hati yang penuh dengan kasih.
Sehingga dalam hidupku terpancar kasihMU…
Sehingga anak-anak yang kulayani dapat bertemu dengan ENGKAU…
Aku sadar bahwa waktuku bersama-sama dengan mereka hanya sebentar,
hanya 1 tahun …

Tolong aku menggunakan kesempatan bertemu mereka
sebagai kesempatan untuk menabur KEBENARAN dalam hati mereka.

Tolong aku agar melayani mereka dengan sepenuh HATI,
dan dengan HATI yang mengasihiMU.

Mereka boleh melupakan aku kelak,
namun aku berdoa kiranya setiap KEBENARAN yang mereka dengar tentang ENGKAU tetap mereka ingat di sepanjang hidup mereka.

Aku berdoa agar setiap KEBENARAN itu akan menjadi warisan sorgawi yang kekal dalam hidup mereka.

(dibuat tanggal 27 September 2009)

Monday, August 10, 2009

Preparing My Readiness to Die

"Every going to sleep is a little death, a rehearsal for the real thing." (Richard John Neuhaus)

Tahun ini, aku banyak dikagetkan oleh berita meninggalnya orang-orang yang kukenal. Ada yang meninggal di usianya yang senja, namun ada pula yang meninggal di usianya yang masih belia. Mau tidak mau, semua orang termasuk aku, akan diperhadapkan pada kematian. Bagi kita yang masih hidup, kematian sungguh merupakan misteri, karena memang belum pernah kita alami. Mungkin kita menyaksikan saat kerabat kita mengakhiri hidup mereka, atau mungkin kita juga melihat mereka secara langsung saat penutupan peti dan penguburan, namun tidak ada satu pun dari kita yang memahami misteri kematian, karena memang kita masih hidup di dunia ini.

Jikalau memang kematian harus dihadapi oleh semua orang, apakah yang harus aku lakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi hari kematianku?

Ketika aku membaca sebuah buku "Down-to-earth Spirituality", karya R. Paul Steven, aku tertarik dengan bab ke-14, yang berbicara tentang kematian. Dalam salah satu bagian bab tersebut dikatakan "One of our works in this world is to prepare die". Pernyataan ini mengingatkanku kembali akan tujuan hidup yang bersifat lebih kekal, mempersiapkan kematian, bukan hanya hidup untuk mencari kesuksesan dan pencapaian hidup semata.

Gajah meninggalkan gading saat ia mati. Pertanyaannya, apa yang akan kutinggalkan saat aku telah tiada? Apakah kematianku akan menjadi sebuah 'blessing' bagi generasi di bawahku?

Aku sadar bahwa hidup di dunia ini begitu fana, namun bukan berarti aku tak bisa menjadikannya bermakna. Kristus telah menjadi teladan yang sempurna dalam memaknai hidup ini. Sekalipun hanya hidup 33 tahun, namun kehidupanNya benar-benar maksimal. Satu hal yang aku pelajari dari Kristus adalah keberhasilan kehidupan seseorang tidak ditentukan dari seberapa panjang umur hidupnya, namun dari seberapa efektif ia hidup, yaitu saat ia menggenapkan rencana Sang Pencipta, tepat seperti rancanganNya.

Sungguh bersyukur karena Kristus telah mengalami kematian di atas kayu salib, sehingga kematian bagi kita yang percaya padaNya bukan lagi merupakan sebuah misteri, melainkan sebuah anugrah, karena kita dapat berjumpa muka dengan muka dengan Sang Sumber Kehidupan.

Sekarang saat aku masih hidup, tugasku hanyalah mempersiapkan diri menghadapi hariku, dengan menginvestasikan hidupku untuk hal-hal yang bernilai kekal. Karena, hanya dengan cara itulah hidupku kelak dikenang dan menjadi warisan sejarah yang abadi bagi generasi sesudahku.

TREATING EVERYDAY AS A GIFT,

BEING AWARE THAT IT MAY BE OUR LAST DAY.....

Thursday, July 9, 2009

LIFE LESSON : Memberi dalam Kekurangan

Semua kita pastilah setuju jika memberi jauh lebih baik daripada menerima.
Demikian juga dengan saya, saya juga sangat setuju dengan apa kata Firman Tuhan tentang memberi. Namun Tuhan tidak mengijinkan saya berhenti pada titik setuju saja. Ia ingin saya mengalami pengalaman pribadi dalam memberi.

Beberapa minggu lalu, saya mendapat SMS dari seorang bapak yang saya kenal saat dalam perjalanan misi di Lombok. Bapak ini tinggal di sebuah desa yang bernama Lenek. Bapak ini mengatakan bahwa dia membutuhkan dana untuk membayar biaya ujian.

Terus terang saat itu, saya ingin mengacuhkan dan tidak mempedulikan SMS itu, mengingat saya dan suami juga sedang dalam kondisi berhemat untuk studi kami. Saya punya banyak alasan untuk tidak memberi. Bagaimana kalau bapak itu ternyata tidak sungguh-sungguh membutuhkan uang, namun hanya memanfaatkan saya yang adalah orang kota? Bagaimana dengan saya dan suami yang juga memerlukan dana studi untuk 3,5 tahun ini? Dan...ada banyak lagi pertanyaan lainnya. Saat itu, saya hanya bertanya-tanya kepada Tuhan, "Mengapa saya yang harus diSMS, mengapa bukan orang lain yang saat itu juga melakukan perjalanan misi dengan saya?"

Saat itu pula Tuhan berbicara dengan lembut kepada saya. Tuhan mengingatkan saya tentang kisah janda di Sarfat, yang memberi dari kekurangannya. Saya tahu ini kesempatan yang Tuhan sediakan untuk saya belajar memberi dan belajar mempercayai Tuhan sepenuhnya. Tuhan ingin saya belajar untuk memperhatikan dan peduli pada orang lain. Sekali lagi Tuhan membawa saya lebih dekat dengan hatiNYA, hati yang penuh kasih dan belas kasihan. Saat itu saya tahu apa yang Tuhan ingin saya lakukan, "Memberi dalam kekurangan..."

Selain itu, Tuhan juga mengingatkan melalui Matius 25:40 di mana Tuhan berkata, "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."


Sekalipun tidak mudah, akhirnya Tuhan menolong dan memampukan saya dan suami untuk memberi bapak tersebut dalam kekurangan kami.

Ada kebahagiaan saat kami mampu melakukan firmanNya dengan anugrahNya. Kami bersyukur pada Tuhan yang memproses kami sedikit demi sedikit, makin serupa denganNya.
Kami belajar untuk taat padaNya dengan sepenuh hati, tanpa keraguan.

SEBAB...TUHAN YANG MENCIPTAKAN HIDUP KAMI, TAHU APA YANG TERBAIK BUAT KAMI...WE JUST NEED TO TRUST IN HIM WHOLEHEARTFULLY....

Wednesday, July 1, 2009

MY FIRST EXPERIENCE


SHARING THE GOSPEL TO UNBELIEVER
Sejak umur 13 tahun, aku telah menerima Kristus sebagai juruslamat pribadiku.
Saat ini aku berusia 28 tahun. Untuk yang pertama kalinya setelah 15 tahun menjadi seorang yang percaya, aku akhirnya mendapatkan pengalaman pertama untuk menceritakan Injil kepada orang lain yang belum percaya Kristus.

Pengalaman ini terjadi saat aku sedang dalam 'Mission Trip' ke Lombok, di sebuah desa terpencil di Lombok, tanggal 18-25 Juni 2009 lalu.
Ada banyak hambatan yang terjadi. Hambatan pertama berasal dari dalam diriku. Banyak hal yang kutakutkan, ini dan itu....

Namun saat aku diingatkan Tuhan bahwa sangat mungkin kami hanya akan bertemu sekali seumur hidup, maka Ia memberikan aku kekuatan untuk berani menceritakan Injil kepada mereka. Tuhan memberikan aku kesempatan dan kepercayaan untuk bercerita di detik-detik akhir pertemuan kami.
Pada malam terakhir, jam 9 malam WIB, dengan berbekal buku tanpa kata, aku akhirnya dimampukanNya untuk menceritakan Injil kepada mereka. Awalnya hanya kepada beberapa anak saja, namun ternyata dalam hitungan menit, anak-anak lain mulai berdatangan dan ikut mendengarkan. Beberapa dari mereka mau menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruslamat priadi mereka. Wow...aku benar-benar takjub dengan cara Tuhan bekerja.
Ada seorang anak yang bernama Juwita, memberiku sebuah cincin. Dia ingin aku mengingatnya dalam doa.
Saat itu aku benar-benar merasakan kebahagiaan...
Aku sadar bahwa semua 100% karena pekerjaan Tuhan, NOT BECAUSE OF ME...
Aku sadar bahwa aku hanyalah alatNya...
Jika saja aku tidak taat, Tuhan akan pakai orang lain, bahkan batu-batu untuk berbicara dan menceritakan Injil kepada mereka.
There are so many blessings that God prepares for us, if we obey HIM...
Just follow HIS best life-design for our life...
And see how God works through us...
SO BEAUTIFUL...

Terima kasih Tuhan karena menolongku untuk belajar taat....
Terima kasih karena telah memberiku pengalaman berharga tentang memberitakan Injil kepada orang yang belum percaya.

Tuesday, June 16, 2009

LIFE IS SO SHORT...

Hidup ini benar-benar singkat, sesingkat uap air yang sebentar saja lenyap.

Aku hanya ingin menggunakan hidupku yang singkat ini sesuai dengan desain Tuhan, sang Penciptaku.

Sudah beberapa kali dalam fase kehidupanku, aku mengalami proses hidup di mana Tuhan memutar balik arah hidupku. Apa yang menjadi rencanaku, seringkali bukanlah rencanaNya. Aku hanya ingin belajar untuk taat pada rancanganNya yang indah di hidupku.

Dulu aku memutuskan menjadi desainer interior, namun ternyata Tuhan memanggilku ke dunia pendidikan, menjadi desainer anak. Selama 5 tahun, Tuhan mengajarku banyak hal tentang dunia pendidikan. Semakin hari, aku semakin sadar betapa pendidikan adalah sebuah investasi hidup yang luar biasa. Mengingat suatu saat nanti, entah kapan, masa hidupku di bumi akan berakhir pula. Namun, melalui pendidikan, aku dapat mengambil peran untuk mewariskan sesuatu yang bersifat kekal pada generasi setelahku. Setidaknya aku mulai mengerti akan tujuan aku hidup di dunia ini. Hal inilah yang membuat aku bersemangat menjalani kehidupanku. I GOT MY LIFE' PURPOSE...

Aku sungguh bersyukur Tuhan memberikan suami, yang juga menyadari singkatnya kehidupan ini. Kami tahu waktu begitu cepat berlalu dan kami harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk melayani Tuhan lebih maksimal. Kami mengalami panggilan Tuhan secara khusus sebelum kami menikah. Kami menyadari begitu banyak kemurahan Tuhan dalam hidup kami. Tuhan senantiasa menjaga kehidupan kami dengan cara yang khusus. Dan kami tahu...itu berarti Tuhan sedang mendesain hidup kami untuk rencanaNya, dan kemuliaanNya. Kami hanya ingin taat pada apa yang menjadi desainNYA, sekalipun seringkali ada banyak hal yang bisa saja membuat kami takut, resah, kuatir, namun kami ada di dalam desainNya.

We are safe in God's Hand.

We only need to trust HIS heart.

Because HE sees the master plan of our lives,

and HE knows what best for us.

Sampai hari ini, hatiku tetap mencintai dunia pendidikan. Aku menikmati saat-saat bersama dengan murid-muridku. Ada saat-saat yang manis, saat-saat penuh pergumulan, saat-saat frustasi karena sulit untuk memahami mereka, ataupun saat-saat berserah kepada Tuhan. Namun setiap saat, aku tahu bahwa aku hanyalah alatNya. Aku sadar bahwa Tuhan yang memiliki mereka, dan akan menyempurnakan kehidupan mereka , sesuai dengan desainNya.

LIFE IS SO SHORT, guys...

Let us fullfil HIS best life design in our lives...

Use our lives to love and to be loved as how God loves us...


Karin, Fia, Filea, Ms. Sherly

Joshua I, Mr. Rudy, Bryan, Kenny

Daniel Yohanes, Joel

(On my birthday, March 26, 2009)




LIFE IS LOVE

Friday, April 3, 2009

KANGEN PANTI

Kemarin, setelah hampir 1 bulan ndak ke panti,
akhirnya aku dan Rudy ke panti lagi...
Kangen deh ama anak-anak panti..
Kangen ama pelukan mereka yang erat..
Mereka tuh suka banget ngotak-ngatik rambutku...
(apalagi yang namanya Ones)
Kuncir sana, kuncir sini...sampai mereka puas ^^
Yang paling ndak terlupakan kalo mereka abis makan gorengan,
trus dengan tangan yang masih kotor, mengobrak-abrik rambutku....
Wah, pulang rumah langsung deh aku keramas....

Kemarin lagi-lagi Ones (anak laki paling imut) duduk dipangkuanku.
Dia membuka ikat rambutku. Alhasil rambutku tergerai.
Ones langsung mengobrak-abrik rambutku seperti biasanya.
Dia begitu asyik seperti menemukan mainan baru ^^
Beberapa kali dia bercelutuk, "Wah, Kak Sherly cantik ya.."
(Hehe...jadi tersanjung...)
Kemudian dia melihat wajahku, entah kenapa perhatiannya tertuju pada mataku.
Dia langsung berkomentar, "Kak Sherly lahir di Cina ya?? Kok matanya sipit...??"
Belum sempat kujawab, teman disebelah Ones bertanya, "Nenek moyang kak Sherly asli dari Cina, ya?"
Sambil tersenyum kujawab, "Iya, kakek dan nenek kak Sherly asli dari China, tapi kalo kak Sherly asli orang Indonesia, lho.."
Mereka pun manggut-manggut dengar jawabanku.

Kemarin benernya aku dan Rudy tidak mengajar mereka.
Kami hanya berkunjung, melampiaskan rasa kangen kami.
Beberapa jam bermain bersama dengan mereka.
Uyel-uyelan, berpelukan, jungkir balik deh....
Walaupun lelah, tapi aku senang bisa bersama mereka.
Bersama mereka, membuatku belajar banyak hal....
Belajar peduli...
Belajar mengasihi...
Belajar mengerti...
Belajar tentang kehidupan ini....

Thank you God for allowing me to become a part of their life.
Teach me how to love them as you want me to love...