Life is Wonderful

My Photo
Surabaya, Indonesia
Hidup adalah sebuah anugrah... sebuah kesempatan dari Tuhan... 'Tuk berkarya bagi zaman... 'Tuk menggores catatan cinta bagi generasi selanjutnya... Life is a blessing from God...

Thursday, July 9, 2009

LIFE LESSON : Memberi dalam Kekurangan

Semua kita pastilah setuju jika memberi jauh lebih baik daripada menerima.
Demikian juga dengan saya, saya juga sangat setuju dengan apa kata Firman Tuhan tentang memberi. Namun Tuhan tidak mengijinkan saya berhenti pada titik setuju saja. Ia ingin saya mengalami pengalaman pribadi dalam memberi.

Beberapa minggu lalu, saya mendapat SMS dari seorang bapak yang saya kenal saat dalam perjalanan misi di Lombok. Bapak ini tinggal di sebuah desa yang bernama Lenek. Bapak ini mengatakan bahwa dia membutuhkan dana untuk membayar biaya ujian.

Terus terang saat itu, saya ingin mengacuhkan dan tidak mempedulikan SMS itu, mengingat saya dan suami juga sedang dalam kondisi berhemat untuk studi kami. Saya punya banyak alasan untuk tidak memberi. Bagaimana kalau bapak itu ternyata tidak sungguh-sungguh membutuhkan uang, namun hanya memanfaatkan saya yang adalah orang kota? Bagaimana dengan saya dan suami yang juga memerlukan dana studi untuk 3,5 tahun ini? Dan...ada banyak lagi pertanyaan lainnya. Saat itu, saya hanya bertanya-tanya kepada Tuhan, "Mengapa saya yang harus diSMS, mengapa bukan orang lain yang saat itu juga melakukan perjalanan misi dengan saya?"

Saat itu pula Tuhan berbicara dengan lembut kepada saya. Tuhan mengingatkan saya tentang kisah janda di Sarfat, yang memberi dari kekurangannya. Saya tahu ini kesempatan yang Tuhan sediakan untuk saya belajar memberi dan belajar mempercayai Tuhan sepenuhnya. Tuhan ingin saya belajar untuk memperhatikan dan peduli pada orang lain. Sekali lagi Tuhan membawa saya lebih dekat dengan hatiNYA, hati yang penuh kasih dan belas kasihan. Saat itu saya tahu apa yang Tuhan ingin saya lakukan, "Memberi dalam kekurangan..."

Selain itu, Tuhan juga mengingatkan melalui Matius 25:40 di mana Tuhan berkata, "Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."


Sekalipun tidak mudah, akhirnya Tuhan menolong dan memampukan saya dan suami untuk memberi bapak tersebut dalam kekurangan kami.

Ada kebahagiaan saat kami mampu melakukan firmanNya dengan anugrahNya. Kami bersyukur pada Tuhan yang memproses kami sedikit demi sedikit, makin serupa denganNya.
Kami belajar untuk taat padaNya dengan sepenuh hati, tanpa keraguan.

SEBAB...TUHAN YANG MENCIPTAKAN HIDUP KAMI, TAHU APA YANG TERBAIK BUAT KAMI...WE JUST NEED TO TRUST IN HIM WHOLEHEARTFULLY....

0 comments: